Setiap perguruan silat memiliki sejarah, filosofi, dan makna mendalam yang menjadi pedoman bagi seluruh anggotanya. Begitu pula dengan Perguruan Persaudaraan Bela Diri Prisai Sakti Mataram yang bukan hanya mengajarkan ilmu bela diri, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, keteguhan hati, kedisiplinan, dan keimanan kepada setiap pesilatnya. Nama “Prisai Sakti Mataram” memiliki arti dan filosofi yang penuh makna. Kata “PRISAI” merupakan singkatan dari beberapa nilai kehidupan yang menjadi dasar pembentukan karakter seorang pendekar.
P = berarti Panggahe yang memiliki arti ketetapan atau ketabahan. Seorang pesilat harus memiliki hati yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi ujian kehidupan.
R = berarti Roso yang bermakna rasa atau hati, mengajarkan agar setiap tindakan dilakukan dengan hati nurani dan penuh kebijaksanaan.
I = berarti Ing Gampange yang berarti mempermudah, mengandung pesan agar seorang pesilat mampu memberikan kemudahan dan manfaat bagi sesama.
S = berarti Sedyo yang berarti tujuan, mengajarkan pentingnya memiliki arah dan cita-cita dalam hidup.
A = berarti Angedohno yang berarti menjauhkan diri dari segala hal buruk dan kesulitan.
I = berarti Ing Iwuh yang berarti terhindar dari kesulitan dan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keteguhan.
Sedangkan kata “SAKTI” juga memiliki makna yang mendalam.
S = berarti Samekta yang berarti siap siaga.
A = berarti Anggegulang yang berarti melatih diri tanpa henti.
K = berarti Kinanthen yang berarti disertai atau dibimbing.
T = berarti Teguhing yang berarti keteguhan hati dan pendirian.
I = berarti Iman, yang menegaskan bahwa seluruh ilmu dan perjalanan hidup harus dilandasi keimanan yang kuat.
Secara keseluruhan, filosofi tersebut mengandung makna bahwa ketabahan hati akan mempermudah seseorang dalam mencapai tujuan hidup dan menjauhkan diri dari berbagai kesulitan. Namun untuk mencapainya, seseorang harus selalu siap melatih diri dengan penuh keteguhan serta dilandasi iman yang kuat. Sementara itu, kata “Mataram” merujuk pada tempat berdirinya perguruan ini, yaitu wilayah bekas Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sri Sultan Agung Hanyokrokusumo yang kini dikenal sebagai Kota Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa Prisai Sakti Mataram memiliki akar budaya dan sejarah yang kuat dalam tradisi Nusantara.Perguruan Persaudaraan Bela Diri Prisai Sakti Mataram tidak hanya menjadi tempat belajar bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan persaudaraan. Di dalamnya diajarkan bagaimana menjadi pribadi yang disiplin, rendah hati, menghormati sesama, serta menjaga nama baik perguruan dan budaya bangsa
Di tengah perkembangan zaman modern, nilai-nilai luhur seperti yang diajarkan dalam Prisai Sakti Mataram menjadi sangat penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda. Karena sejatinya, seorang pendekar bukan dinilai dari seberapa kuat pukulannya, melainkan dari seberapa baik akhlaknya, seberapa teguh imannya, dan seberapa besar manfaatnya bagi orang lain.
Persaudaraan Bela Diri PRISAI SAKTI MATARAM (PSM) yang menjunjung tinggi nilai Pengabdian, Pengorbanan dan Kesetiaan.
© 2026 PRISAI SAKTI MATARAM — All rights reserved