Ki Netra Widjihartani: Pendiri PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM

25 Mei 2026 Artikel

Ki Netra Widjihartani merupakan pendiri PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM (PSM), sebuah perguruan bela diri yang lahir di Yogyakarta dan terus berkembang hingga saat ini. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia bela diri, serta menjadi tokoh penting yang meletakkan dasar berdirinya PSM dengan membawa semangat Pengabdian, Pengorbanan, dan Kesetiaan yang kemudian dikenal sebagai TRISAKTI MATARAM. PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM secara resmi berdiri pada 9 Agustus 1953 dan berpusat di Yogyakarta. Sejak awal, perguruan ini memiliki ciri khas seragam latihan berwarna putih layaknya Karate atau Judo Gi. Warna dan desain seragam tersebut sengaja dipilih oleh pendiri karena ketertarikan beliau terhadap bela diri Jepang.


Pada 20 Juni 1981, PSM disarankan untuk bergabung menjadi anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) agar resmi terdaftar sebagai sebuah organisasi. Namun dalam praktiknya, PRISAI SAKTI MATARAM bukanlah perguruan yang murni beraliran pencak silat, melainkan perpaduan dari berbagai jenis bela diri. Hal ini terlihat dari beragam teknik yang diajarkan dan terus berkembang di lingkungan perguruan. Seiring berjalannya waktu, anggota PRISAI SAKTI MATARAM tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa. Latihan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu juga banyak diikuti oleh pelajar, dengan kategori minimal kelas 9 SMP atau usia 14 tahun. Di balik berdirinya perguruan ini, terdapat sosok Ki Netra Widjihartani, yang namanya dikenal luas di kalangan pegiat bela diri di Yogyakarta. Ki Netra Widjihartani lahir di Yogyakarta pada 11 Juli 1928. Selain aktif sebagai pesilat, beliau juga tercatat sebagai anggota ABRI Batalyon X dan ikut aktif berperang dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia.


Sebagai pendiri PSM, beliau dikenal memiliki kemampuan yang menonjol dalam teknik bantingan dan lemparan. Teknik tersebut bahkan dilakukan tanpa alas atau matras. Pada masa itu, latihan seperti ini sempat mengundang perhatian dan kontroversi dari banyak pihak. Namun Ki Netra Widjihartani mampu membuktikan bahwa dengan teknik yang tepat, disiplin berlatih, dan mental yang kuat, keselamatan tetap dapat terjaga dengan baik. Kemampuan bela diri yang dimiliki beliau terbentuk dari perjalanan belajar yang panjang. Ki Netra Widjihartani berguru kepada sejumlah pendekar penting di Yogyakarta, di antaranya:

 - Kiai Supingi

 - R. Djojoprawiro

 - Sugiman Tan Liem Hoo dari Kun Tau aliran Shaolin Kungfu

 - Louw Djing Kie, ahli Kungfu yang dimakamkan di Temanggung


Dari para guru tersebut beliau memperoleh wawasan bela diri yang luas, baik dari sisi teknik maupun pemahaman dasar keilmuan. Selain itu, saat menjadi anggota PETA “Budanco Rengsai Iku Tai”, beliau juga mendapatkan latihan bela diri Jepang seperti:

 - Judo

 - Jiu Jitsu

 - Sumo

 - Kendo

 - Jut Ken Jut


Latihan tersebut dijalani di bawah asuhan mendiang opsir Ken Pei Tai Susak Kimura. Dari pengalaman belajar yang panjang itu, Ki Netra Widjihartani kemudian merumuskan PRISAI SAKTI MATARAM sebagai perguruan bela diri yang menggabungkan berbagai macam teknik ke dalam satu sistem latihan yang terarah. Salah satu ciri yang membedakan PSM dengan perguruan lain adalah konsep pertarungan bebas tanpa matras dan tanpa pelindung apa pun. Sejak awal, Ki Netra Widjihartani memang membentuk PSM bukan sekadar sebagai olahraga, melainkan sebagai bekal bela diri dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu anggota PSM dibina tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi mental dan pengendalian diri.


Dalam latihan PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM diajarkan berbagai teknik bela diri, di antaranya:

 - Pukulan

 - Tendangan

 - Tolakan

 - Hindaran

 - Teknik pernapasan

 - Lemparan kuncian

 - Pemecahan benda keras


Selain itu juga terdapat latihan penggunaan berbagai senjata seperti:

 - Pedang

 - Tongkat

 - Nunchaku (double stick)

 - Suriken


Satu hal lain yang juga menarik, jauh sebelum Yoga dikenal luas di Indonesia seperti sekarang, sejak sekitar tahun 1950-an Ki Netra Widjihartani telah mengajarkan Yoga kepada murid-murid PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM sebagai penunjang kekuatan fisik, keseimbangan tubuh, pengaturan napas, dan konsentrasi. Ilmu tersebut beliau pelajari langsung dari seorang Yogi asal India yang saat itu menetap di Yogyakarta. Melalui pengalaman, disiplin, dan pengabdian beliau, PRISAI SAKTI MATARAM terus berkembang dan dikenal sebagai perguruan bela diri yang memiliki karakter kuat dan teknik yang beragam. Ki Netra Widjihartani wafat pada 16 Juli 1994. Meskipun beliau telah berpulang, ajaran, nilai, dan semangat yang diwariskan terus diteruskan oleh murid-murid serta generasi penerus PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM hingga saat ini. Nama beliau tetap dikenang sebagai pendiri yang meletakkan dasar perguruan dengan ilmu, kedisiplinan, dan pengabdian yang menjadi bagian penting dari perjalanan PERSAUDARAAN BELADIRI PRISAI SAKTI MATARAM sampai sekarang.

PRISAI SAKTI MATARAM

Persaudaraan Bela Diri PRISAI SAKTI MATARAM (PSM) yang menjunjung tinggi nilai Pengabdian, Pengorbanan dan Kesetiaan.

Kontak Kami

Gg. Elang VI No.17, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara
(021) 44833202
prisaisaktimataram@gmail.com

Lokasi

Total Pengunjung 76
Hari Ini 49

© 2026 PRISAI SAKTI MATARAM — All rights reserved

Pengabdian • Pengorbanan • Kesetiaan